Jiwaku mengajariku dan mendidikku untuk mencintai apa yang dibenci orang lain.
Menjadi teman bagi siapa saja yang dicaci maki.
Jiwaku menunjukkan pada diriku bahwa cinta juga merasa bangga
terhadap dirinya, bukan hanya orang yang dicintai.
Lebih dari itu, yaitu mencintai kepada orang yang mencintainya.
Sebelum jiwaku mengajariku, cinta didalam hatiku seperti benang tipis yang terikat pada dua pasak.
Tetapi, kini cinta telah menjadi sebuah lingkaran keramat yang awalnya merupakan akhir dan akhirnya adalah awal.
Cinta itu bergerilia mengelilingi semua makhluk hidup dan perlahan-lahan berkelana kemana-mana.
Yaitu dengan Memeluk siapa saja yang dapat dia Teguknya.
__Romaji, Sampang, 20 November 2021__