Sabtu, 26 Juni 2021

Ilmu Ekonomi dalam Perspektif Islam

 





Ekonomi Dalam Perspektif Islam

Oleh: Romaji

Islam merupakan panduan bagi manusia untuk bertindak, berinteraksi, dan bergaul dengan semua manusia. Salah satu bentuk dalam bidang ekonomi (muamalah) yang melibatkan berbagai pihak dalam konteks Islam, ekonomi dalam jual beli di perbolehkan asalkan sesuai dengan norma norma ajaran Islam. Ekonomi Islam bisa di katakan ekonomi RABBANI dan INSANI. Rabbani karena arahan dan nilai nilai ilahiyah. Sedangkan ekonomi Islam di katakan insani karena sistem ekonomi ini di laksanakan dan di tunjukkan untuk kemaslahatan dan kemakmuran ummat manusia.

Muhammad syauqy al fanjari merumuskan pengertian ekonomi Islam dengan rumusan yang sederhana.

Pertama bagian yang tetap (tsabit) yang berhubungan dengan prinsip prinsip dasar ekonomi Islam yang di bawah nash-nash Al-qur,an dan sunnah, yang harus menjadi pedoman bagi semua ummat Islam di setiap tempat dan zaman atau bisa di sebut dengan dasar ekonomi ilahiyah . yang termasuk di antaranya bagian ini antara lain.

Dasar nahwa harta benda itu milik Allah swt dan manusia di serahi tugas untuk mengelolanya (QS.An-najm [53]:310;

Dasar bahwa jaminan setiap individu di dalam masyarakat diberikan dalam batas kecukupan (QS.Al-Ma’arij [70]:24-250;

Kedua, bagian yang berubah (Al-mutaghaiyar) bagian ini bertetapan dengan penetapan dengan dasar dasar dan prinsip ekonomi Islam dalam memecahkan problematika masyarakat yang selalu berubah. artinya, bagian ini merupakan metode dan langkah langkah praktis yang di singkapkan oleh para ulama dari sumber pokok dan prinsip ekonomi Islam yang ada alqu,an dan alhadist.

Ekonomi Islam sebagai suatu disiplin ilmu, setelah melalui serangakain perjuangan yang cukup lama, yang awalnya terjadi pesimisme terhadap eksistensi ekonomi Islam dalam kehidupan masyarakat saat ini. Terciptanya suatu pandangan bahwa terdapatnya di katomi antara agama dan keilmuan dalam hal ini termasuk di dalamnya ilmu ekonomi , namun sekarang hal ini sudah mulai terkikis para ekonomi baratpun sudah mulai mengakui eksistensi dari ekonomi Islam sebagai ilmu ekonomi yang memberi warna kesejukan dalam perekonomian di dunia. Ekonomi Islam dapat menjadi sistem ekonomi anternatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan umat, di samping ekonomi kapitalis dan sosialisme yang terbukti tidak mampu meningkatkan kesejahteraan dari ummat manusia.

Oleh karna itu pelaku ekonomi Islam harus mampu memahami dari segala bentuk aktivitas bisnis, transaksi, dan perdangan harus sesuai dengan ajaran Islam yang bersumber pada Al-qur,an dan al-hadist.


Sumber Bacaan : 

Havis aravik,ekonomi islam, 2016, Hlm,02.

M.Nur Rianto AL Arif,lembaga keuangan syariah ,bandung: pustaka setia,2012,hlm.14.

Selasa, 22 Juni 2021

Cinta dan Kebijaksanaan

 

Cinta dan Kebijaksanaan”

Oleh : Romaji

Mungkin malam ini penulis teringat dengan cinta yang sudah  diselami selama beberapa tahun terakhir, penulis berfikir bahwa ucapan dalam cinta adalah ucapan pertanggung jawaban diantara hati dan jiwa serta realitas dalam pengaplikasian. Tetapi ucapan dalam cinta hanyalah ke-egoisan prasaan yang buta tanpa ada landasan yang jelas untuk dijadikan pembuktian dalam hidup.

Karena, setiap ucapan yang keluar dari ikatan cinta semuanya akan berubah menjadi caci maki ketika prasaan itu sudah hilang. Benar apa yang  dirasakan penulis bahwa manusia sulit menjadi manusia yang bijaksana. Karena penilain baik seseorang hanya difokuskan pada apa yang menjadi kenyamanan dalam hati dan jiwanya. Orang yang merasa nyaman dalam hidupnya pasti ia menilai semua kelakuannya adalah kebaikan dan kesempurnaan, tetapi bagi orang yang sudah dibenci semua kebaikan berubah menjadi keburukan ibarat bangkai yang sudah dimakan ulat. begitulah sifat manusia yang jarang sekali mengingat kebaikan seseorang. Penulis teringat dengan apa yang pernah disampaikan oleh cak nun bahwa manusia ini mempunyai kultur mengingat kesalahan orang lain dari pada kebaikan orang lain. Belum tentu ketika manusia melakukan seribu kebaikan manusia mau mengakui salah satu diantaranya, tetapi, jika manusia membuat satu kesalahan maka akan dihanguskan seribu kebaikan. Saya teringat dengan pepatah yang sangat sederhana tetapi mengandung  makna filosofis dan penuh kebijaksanaan dalam menilai segala sesuatu dalam diri manusia.

Segemuk-genuknya ikan pasti ada Tulangnya

Sekurus-kurusnya Ikan Pasti ada Dagingnya

Sebaik-baiknya manusia pasti ada buruknya

Seburuk-buruknya manusia pasti ada baiknya.