Rabu, 02 Agustus 2023

Waktu dalam Perspektif Al-Kindi dan Agustinus


 

Waktu dalam Perspektif Al-Kindi dan Agustinus

Oleh : Romaji

Dalam tulisan ini, penulis akan mengupas tentang waktu dalam perspektif Al-Kindi, seorang filosof muslim terkemuka dari abad ke-9, dan Agustinus, seorang teolog dan filsuf Kristen pada abad ke-4. Meskipun beliau berdua berbeda dalam agama dan era, keduanya memiliki pandangan yang menarik mengenai waktu dan bagaimana manusia memahaminya. Disini penulis mencoba mengeksplorasi secara singkat pemikiran keduanya tentang perjalanan waktu dan maknanya dalam kehidupan manusia.


Dalam Pandangan Al-Kindi tentang Waktu dalam beberapa karyanya Kitab ilmu Ar-Ra'di wa Al-Barqi wa Ats-Tsalji wa Ash-Shawa'iq wa Al-Mathar, Kitab Fil Al-Bashariyyat, Kitab Risalah Fi Zarqati As-Sama’, Kitab Fi Al-Ajraam Al-Ghaishah.

Al-Kindi, juga dikenal sebagai "the Philosopher of the Arabs," adalah salah satu tokoh terkemuka dalam ilmu pengetahuan, matematika, kedokteran, astronomi, fisika dan filsafat pada era abad ke-9. Dalam pandangannya tentang waktu, Al-Kindi berpendapat bahwa waktu adalah konsep yang abstrak dan merupakan bagian dari penciptaan Tuhan. Ia percaya bahwa waktu bergerak tanpa henti dan merupakan manifestasi dari penciptaan yang terus menerus oleh Tuhan. Baginya, waktu adalah dimensi dalam kehidupan manusia yang harus dimaknai sebagai kesempatan untuk mengenali keagungan Tuhan dan mengembangkan pemahaman spiritual.


Adapun dalam pandangan Agustinus tentang Waktu:

Agustinus, seorang teolog dan filsuf Kristen terkenal dari abad ke-4, juga memberikan pandangannya tentang waktu dalam karyanya yang terkenal, "Confessions." Terjemah "Pengakuan-pengakuan" Bagi Agustinus, waktu bukan hanya dimaknai sebagai dimensi fisik semata, tetapi lebih kepada cara manusia memahaminya dalam hubungannya dengan Tuhan. Ia berpendapat bahwa waktu adalah anugerah Tuhan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Dalam pemikirannya, Tuhan hadir dalam setiap detik waktu, sehingga manusia dihadapkan pada tugas untuk hidup dalam ketaatan dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.


Meskipun berasal dari konteks budaya dan agama yang berbeda, Al-Kindi dan Agustinus sama-sama menekankan pentingnya waktu sebagai bagian dari eksistensi manusia dan hubungannya dengan Tuhan. Keduanya mengajak manusia untuk merenungkan makna waktu dalam upaya mencapai kedekatan spiritual dan pemahaman yang lebih mendalam tentang hakikat kemanusiaan.


*Referensi* : Agustinus, Confessions, Terjemah Pengakuan2. Yogyakarta : terbitan PT. Konisius, tahun 1997.

Muahmmad Gharib Gaubah, baqirah Ulama’ Al-Hadharah wa Al-Islamiyah terjemah 147 Ilmuan Terkemuka dalam sejarah Islam, jakarta : terbitan Alkautsar, tahun 2012.