Sabtu, 02 Februari 2019


Syair ini aku persembahkan padamu di hari ulang tahunmu dan juga anakmu ALIBI MAULIDI yang hanya tinggal  menunggu hari. Semoga selalu sehat dan bahagia forever.
RSH

Siap aku pergi menemui jiwamu
Dan keinginanku berlayar siap menunggu angin
Hanya tinggal satu nafas lagi yang akan kuhembuskan di udara
Ini, hanya sebuah tengokan sayang kebelakang.
Dan lalu aku akan berdiri diantara kalian,
Pengembara lautan diantara pengembara lautan.

Dan kau lautan yang luas tertidur
Yang sendirian dalam damai
Dan kebebasan dari sungai dan arus
Hanya sebuah tiupan angin lagi
Yang dibuat oleh arus ini, sebuah gumaman oleh rimba

Dan aku akan datang padamu,
tetesan tanpa ikatan dari samudera yang tanpa ikatan
Dan saat ia berjalan, ia melihat para pria dan wanita di kejauhan
Sedang meninggalkan kebun mereka untuk berjalan menuju gerbang kota
Dan ia mendengar suara-suara mereka memanggil namanya
Dan berteriak dari ladang ke ladang saling memberitahukan kedatangan kapalnya

Dan ia berkata pada dirinya sendiri.
Apakah hari perpisahan akan menjadi hari perkumpulan?
Dan apakah harus dikatakan bahwa malamku adalah kebenaran dalam senjaku?
Dan apa yang seharusnya kuberikan padanya yang meninggalkan bajaknya di tengah ladang atau yang menghentikan rodanya dari memeras anggur?
Haruskah hatiku menjadi sebuah pohon penuh buah yang kukumpulkan dan kuberikan pada mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar