KU UKIR NAMAMU SE INDAH SYAIR
Syairku aku tulis padamu wahai adinda Saat kata yang awal belum kau temui makna, Aku bagai benalu yg haus akan ranting yang berenan untuk aku Singgahi.
Mungkin kata ini hanyalah syair hati yang di rangkai bagi seorang pemimpi.
Namun, Ini adalah rasaku yang ingin aku syairkan pada jiwamu.
Panas dahaga yang ku semai bersama sulaman kata. Seolah mendorong rasa untuk mencintai dirimu yang jauh di sana. Memang aku bukan Seorang pujangga yang mampu menarikan kata kata seindah syair syair syurga. nampak diatas ranting yang tak ku kenal. membuat keinginanku dalam Setiap syair kata . Menggerumuni setiap namamu yg terpampang dalam lamunan. Dan terucap dhaga yang tak trentuh air mata. Dinda aku membayangkan dirimu di setiap nafasku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar