Kamis, 06 Februari 2020

KEMBALIKAN HMI PADA KHITTAH INTELEKTUAL KEUMMATAN DAN KEBANGSAAN

KEMBALIKAN HMI PADA KHITTAH INTELEKTUAL KEUMMATAN DAN KEBANGSAAN

(kado kecil di Milad HMI ke-73)
Oleh: Romaji

Himpunan mahasiswa islam disingkat HMI merupakan oganisasi tertua yang didirikan di indonesia. Selang dua tahun dari kemerdekaan Republik indonesia berdirilah himpunan mahasiswa islam, sebuah organisasi kader yang diprakarsai oleh lafran pane, (hari ini adalah rapat pembentukan organisasi mahasiswa islam karena semua persiapan maupun perlengkapan yang diperlukan sudah beres) kira kira itu yang dikatakan ayanda lafran pane beliau seorang mahasiswa tingkat satu sekolah tinggi islam (sekarang bernama UII) tepatnya pada 14 robiul awwal 1366 H bertepatan 5 februari 1947 M tepatnya di yogyakarta. latar belakang historis dan tujuan himpunan mahasiswa islam sebagai organisasi kader ini adalah  mempertahankan kemerdekaan negara republik indonesia dan mempertinggi derajat rakyat indonesia serta menegakkan dan mengembangkan ajaran agama islam yang disingkat dengan spirit keummatan dan kebangsaan.

Tepatnya pada tanggal 5 februari 2020 Himpunan mahasiswa islam sudah berusia ke 73 tahun kalau diukur dengan usia manusia ini sudah menginjak pada usia kakek nenek, tentunya HMI dalam perjalanan sejarah banyak mengalami beberapa fase di negara republik indonesia ini. Mulai dari orde lama (1945-1965), orde baru (1965-1998) dan orde reformasi sampai saat ini. Diskursus tentang HMI dari awal berdirinya hingga kini tak pernah berhenti, ada yang menjunjung tinggi setinggi langit, hingga ada yang membenamkannya keperosok jurang yang paling dalam. Tak berlebihan kiranya mengingat kebesaran peran dan gerakannya yang membawa HMI sebagai organisasi mahasiswa islam yang diperhitungkan sekaligus menjadi sorotan publik. Apapun yang dilakukan oleh HMI baik itu secara organisasi maupun sebagai individu selalu menjadi perhatian masyarakat. Walaupun sampai kini HMI masih eksis sebagai sebuah organisasi berbasis keislaman keindonesiaan dan kepemudaan, namun banyak sekali persoalan yang di hadapi oleh Himpunan mahasiswa islam dari beberapa tahun terakhir. HMI jika di ibaratkan dengan manusia yang sudah tua yaitu kakek nenek pasti didalam tubuhnya sudah banyak menyimpan wabah penyakit yang dideritanya maka dari itu perlu dilakukan diagnosa untuk melakukan pengobatan agar HMI bisa semangat lagi dalam mengemban tugas ummat dan kebangsaan. 

Kondisi Himpunan mahasiswa islam hari ini, keberadaan HMI sebagai organisasi kemahasiswaan sebagai suatu struktur dalam kehidupan sosial sudah sejak lama disinyalir mengalami kelesuan bahkan kemunduran. Hal ini suatu fenomena sosial yang tidak lepas dari pengarauh globalisasi revolusi industri 3.0 sampai 4.0 sebagai bentuk interaksi sosial.  Kehidupan society selalu mengalami kemajuan yang begitu pesat. HMI sebagai bagian dari pada kehidupan sosial sepertinya kurang menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang terjadi saat ini. Kader kader HMI sepertinya kurang gagap dalam merespon kemajuan dan perkembangan zaman  yang ada, persoalan global, kemajuan teknologi informasi penguasaan bahasa asing dan skill. Hal ini kurang mendapatkan tempat dihati para kader HMI padahal hal seperti ini menjadi perhatian dunia hari ini dan dimasa yang akan datang. Salah satu hal penting yang mulai memudar pada diri HMI hari ini adalah semakin berkurangnya komitmen keislaman dan kebangsaan kurangnya minat baca dan budaya diskusi sudah mulai redup dari diri kader HMI. Kader HMI lebih suka main gedjet sehingga tidak bisa mengontrol dirinya dan kurangnya kesadaran bahwa dirinya mempunyai tugas untuk mencapai tujuan Himpunan mahasiswa islam yaitu terbinanya insan akademis pencipta pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi allah SWT.

Suatu kenyataan yang tak dapat dipungkiri lagi saat ini adalah persoalan perkaderan. HMI sudah tidak mengakar lagi disetiap kampus kampus bahkan lebik ekstrimnya lagi tidak diminati oleh sebagian mahasiswa, HMI dihadapkan pada kondisi ketidak  jelasan lagi terlebih bila berbicara persoalan kampus dimana seharusnya HMI berada. HMI akan dihadapkan dengan perubahan yang sangat drastis dan radikal pada wajah kampus. Saat ini kampus dihiasi dengan wajah wajah pragmatis dan hedonis dan sistem perkuliahan semakin tidak ramah dengan aktivitas yang dilakukan oleh HMI maupun organisasi kemahasiswaan lainnya. Belum lagi kita membahas persoalan minimnya tingkat rekrutmen perkaderan dikampus, kita dihadapkan kembali pada persoalan berkurangnya tradisi intelektual HMI. Namun yang paling ironis adalah terjadinya problem internal yaitu terpecahnya pengurus besar  HMI di tahun 2018 sampai tahun 2020  ini, antara kubu Respiratori saddam al-jihad dan kubu arya karisma.  ini menjadi problem berat karena dengan Terpecahnya pengurus besar HMI di tahun ini megakar kesetiap sendi sendi HMI baik dari tingkat badko, cabang, bahkan ditingkat komisariat. Banyaknya kader yang masih belita di tingkat komisariat yang baru masuk pada keluarga HMI mereka merasa kecewa dengan kondisi HMI saat ini, selain problem internal mereka juga tidak bisa menemukan ruang ruang dalam mengasah potensi intelektual dan melatih skil. bahkan ada sebagian teman teman Himpunan mahasiswa islam merasa kecewa dengan kasus yang terjadi di cabang yogyakarta ketika ada pembatalan mengadakan training LK II mereka menilai bahwa cabang yogyakarta adalah cabang pertama berdirinya Himpunan mahasiswa islam akan tetapi, di cabang yogyakarta memberikan contoh yang kurang etis bagi kalangan kader kader HMI. ini bertanda bahwa HMI saat ini sedang menderita penyakit virus corona berkelanjutan. Persoalan tersebut diatas merupakan realitas yang terjadi  didalam tubuh himpunan mahasiswa islam maka penulis menawarkan perlu ada perbaikan didalam tubuh himpunan mahasiswa islam.

HMI perlu ada perbaikan ulang dan memunculkan ide kreatif dan inovatif yang selaras dengan perkembangan zaman.

Agar Himpunan mahasiswa islam tidak semakin redup dan terprosok kejurang yang begitu dalam, perlu HMI mengadakan terobosan baru yang lebih inovatif dan kreatif lagi, agar HMI bisa memberikan jalan solutif  bagi ummat dan bangsa. Di mulai dari yang pertama harus ada perbaikan di tingkat pengurus besar yaitu menyatukan kembali PB HMI antara saddam dan arya, perbaikan ditingkat Badko cabang dan komisariat.

Yang kedua yaitu harus ada pembaharuan sistematika perkaderan yang ada di HMI yaitu perlu lembaga pengembangan profesi harus di hidupkan kembali di tingkat cabang dan di tingkat komisariat. karena melihat kurangnya minat mahasiswa terhadap HMI karena sistem perkaderan di HMI tidak menemukan ruang untuk melatih skill dan mengasah intelektual mahasiswa. Maka dari itu dengan di hidupkannya lembaga pengembangan profesi kader kader HMI bisa melatih skill dan intelektualnya sesuai dengan jurasan masing masing maka dari itu HMI sudah kembali kepada MUSLIM, INTELEKTUAL DAN PROFESIONAL.

Selamat milad HMI yang ke 73 semoga kedepan HMI menjadi apa yang dikatakan oleh jendral sudirman HMI tidak hanya Himpunan mahasiswa islam tetapi HMI merupakan Harapan Masyarakat Indonesia. Yaa allah berkati bahagia HMI yakinkan dengan iman usahakan dengan ilmu sampaikan dengan Amal,, YAKUSA.

Wallahu a,alam.
Romaji kader HMI cabang persiapan sampang

1 komentar: