Selasa, 17 September 2019



KAJIAN KESETARAAN GENDER DAN KEPEMIMPINAN
Oleh: himpunan mahasiswa islam (HMI) STEI wali songo karang penang
 Sampang
 Dalam rangka memperingati milad kohati ke 53.

Isu tentang prempuan, sekarang ini banyak mengisi wacana di tengah tengah masyarakat kita, disamping wacana politik dan ekonomi. Isu prempuan ini semakin menarik  ketika kesadaran dan ketidak adilan diantara kedua jenis kelamin laki laki dan prempuan yang sering disebut ketidak adilan gender ini semakin tinggi dikalangan masyarakat kita, prempuan yang sekarang ini jumlahnya lebih besar dibanding lakilaki belum banyak mengisi dan menempati sektor sektor publik yang banyak berpengaruh didalam menentukan keputusan keputusan dan kebijakan kebijakan penting, kalaupun prempuan memasuki sektor publik posisi selalu ada dibawah laki laki. Terutama dalam bidang politik realitas seperti ini tidak hanya terjadi dinegara berkembang seperti di negara indonesia akan tetapi di negara negara yang ada didunia ini seperti eropa dantimur tengah juga mengalami. Berbagai upaya yang ditempuh untuk mengangkat derajat dan posisi prempuan agar setara dengan laki laki melalui berbagai institusi dan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang ada di indonesia khususnya HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM  (HMI) yang berorentasi untuk mewujudkan keadilan gender di tengah tengah masyarakat. Dengan mengadakan kajian kajian yang mengedukasi dalam memberikan kesadaran terhadap kaum prempuan.
Sebenarnya kalau kita berbicara tentang gender penulis ingin mengutip apa yang dikatakan (Echols dan shadily. 1983, 51) bahwasannya gender berbeda dengan Sex secara umum sex digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan laki laki dan prempuan dari segi anatomi biologis, sedangkan gender lebih banyak berkonsentrasi kepada aspek sosial, budaya, dan aspek aspek non biologis lainnys. Kalau study sex lebih menekankan kepada perkembangan aspek biologis, komposisi kimia dan hormon dalam tubuh, anatomo fisik repoduksiserta karakteristik biologis lainnya. Jika study sex lebih menekankan pada kepada aspek anatomi biologis dan komposisi kimia lebih menekankan kepada aspek maskulinisme dan feminisme seseorang. Untuk bisa melihat pemahaman dan perbedaan tentang sex dan gender dengan jelas dengan melihat ilustrasi. Menurut tinjauan ex laki laki memiliki memiliki penis, memiliki jakala dan memproduksi sperma. Sedangkan seorang prempuan bercirikan seperti memiliki Vagina, memiliki alat reproduksi seperti rahim dan saluran untuk melahirkan, memiliki payu darah dan memproduksi sel sel telur. Ciri ciri ini melekat kepada laki laki dan prempuan dan tidak bisa dipertukarkan satu sama lain karena semua itu adalah suatu kodrat dari tuhan yang maha kuasa. Sedangkan menurut tinjauan gender, seorang prempuan memiliki ciri ciri seperti cantik, lemah lembut, emosional dan keibuan, sedankan seorang laki laki memiliki ciri ciri seperi kuat, rasional, gagah perkasa, jantan dan lain lain. Ciri ciri ini tidak selamanya tetap tetapi dapat berubah artinya tidak semua laki laki dan prempuan memiliki seperti ciri ciri tersebut, ciri ciri itu bisa saling dipertukarkan bisa saja seorang prempuan itu kuat dan rasional tetapi ada juga laki laki yang lemah lembut dan emosional.
Dalam khazanah ilmu ilmu sosial gender diperkenankan untuk mengacu kepada perbedaan perbedaan antara prempuan dengan laki laki tanpa konotasi konotasi yang sepenuhnya bersifat biologis, tetapi lebih merujuk kepada perbedaan perbedaan akibat bentukan soial, oleh karena itu yang dinamakan relasi gender adalah seperangkat aturan, tradisi dan hubungan sosial timbal balik dalam masyarakat dan dalam kebudayaan yang menentukan batas batas feminim dan maskulin (macdonald dkk,1999.) jadi, gender menjadi istilah kunci untuk menyebut feminisme dan maskulisme yang dibentuk secara sosial yang berbeda beda menurut tempatnya. Berbeda dengan jenis kelamin prilaku gender ialah prilaku yang tercipta melauli proses pembelajaran, bukan semata mata proses dari pemberian (kodrat) dari tuhan yang maha kuasa yang tidak dapat dipengaruhi oleh manusia.
Sejarah perbedaan gender antar laki laki dan prempuan terjadi melalui proses yang sangat panjang yang dibentuk oleh beberapa sebab, seperti kondisi sosial budaya, kondisi keagamaan, dan kondisi kenegaraan. Dengan proses yang panjang ini berbedaan gender akhirnya sering dinggap menjadi ketentuan dari tuhan yang bersifat kodrati atau seolah olah bersifat biologis yang tidak dapat diubah lagi inilah sevenarnya yang menyebabkan awal terjadinya ketidak adilan gender ditengah tengah society.  Gender memiliki kedudukan yang penting dalam kehidupan seseorang dan dapat menentukan pengalaman hidup yang akan di tempuh, gender dapat menentukan akses seseorang terhadap pendidikan, dunia kerja, pemimpin dalam negara dan sektor sektor lainnya. Gender juga dapat menetukan kesehatan, harapan hidup dan kebebasan gerak seseorang baik laki laki dan prempuan tidak ada perbedaan.

Referensi:
Echols, john M. Dan hasan shadily. (1983), kamus inggris indonesia. Jakarta: Gramedia. Cet, xii
Mansur fakih. (1997) Analisis gender dan transformasi sosial. Yogyakarta: pustaka pelajar. Cet.II


Sampang 18 September 2019
Penulis:
Romaji
Mahasiswa stei wali songo sampang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar